POHON JATI ( Tectona grandis )

 Pohon Jati

Tectona grandis )



Jati adalah sejenis pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohon besar, 
berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 50-70 m. Berdaun besar, yang luruh di musim kemarau. Jati dikenal dunia dengan nama teak (bahasa Inggris). 
Nama ini berasal dari kata thekku dalam bahasa Malayalam, bahasa di negara bagian Kerala di India selatan. Nama ilmiah jati adalah Tectona grandis L.f.

Ciri-Ciri Pohon Jati 

         Pohon jati termasuk tanaman yang mudah ditemukan di Indonesia.Bentuknya tinggi besar dengan daya tahan yang kuat serta stabil, walaupun terkena angin atau hujan lebat. Tanaman ini tumbuh subur di tempat yang memiliki curah hujan antara 1.200-2.000 mm per tahun. Berikut ini ciri-ciri morfologis dan karakteristik jati diantaranya yaitu: 

A. Akar 

        Saat masih muda, akar pohon jati berkembang pesat. Namun, tidak lama kemudian akar tunggangnya bercabang sehingga menutupi akar utamanya. Arah tumbuh akarnya ke samping dan bercabang lagi menghadap tegak lurus ke bawah. Apabila tanahnya subur dengan aerasi dan air tanah dalam) susunan akar dapat mencapai 1,5-2 meter. Tapi, jika tanahnya gersang maka susunan akarnya sangat dangkal yaitu berkisar antara 70-80 cm saja. Karena kedalaman akarnya, pohon jati tahan terhadap segala guncangan dan terpaan angin. 

B. Batang 


        Pohon jati mampu tumbuh dengan diameter batang pohon berukuran 1,8 meter hingga 2,4 meter dengan ketinggian pohon mencapai 40 meter hingga 45 meter, serta tinggi bebas cabang sekitar 20 meter hingga 25 meter. Batang jati tumbuh tegak lurus dengan bentuk yang silindris dan tipe percabangan tetragonal. Kulit batang jati berwarna kuning keabuan dan berstruktur retak atau pecah dangkal dengan alur memanjang batang. 

C. Daun 


        Daun jati memiliki bentuk seperti bulat telur terbalik dan menempel pada batang secara berpasangan. Permukaannya ditumbuhi bulu halus pada sisi atas serta bawah. Pada musim kemarau, daun pohon jati akan menggugurkan daunnya atau bersifat meranggas. Tujuannya yaitu untuk beradaptasi pada kondisi cuaca yang kering dan air hujan yang berkurang. 

D. Bunga dan Buah

        Bunga jati mempunyai bunga biseksual yang akan berbunga pada musim penghujan atau sekitar bulan Oktober sampai November di pulau Jawa. Bentuk bulirnya bercabang dan tersusun, panjangnya sekitar 40-70 cm, berbulu halus, berwarna putih, dan berkelamin dua. Apabila sudah waktunya berbunga maka tajuk akan berwarna keputihan. Buah dari pohon jati berbentuk drupe dan termasuk dalam biji orthodoks yang dapat dipanen pada bulan Mei hingga September. 

Habitat Pohon Jati 

         Pohon jati cocok untuk tumbuh di kawasan iklim tropis di Indonesia. Iklim tropis yang memiliki kondisi dan cuaca dengan curah hujan berikisar 1.200 hingga 2.000 mm per tahun dan dengan kelembaban 60% hingga 80% sangat mendukung bagi pertumbuhan jati. Ketika memasuki musim kemarau dengan kondisi curah hujan yang menurun, daun-daun jati akan berguguran. Pada daerah yang mengalami kemarau panjang, pohon jati yang tumbuh akan memiliki lingkaran tahun yang bernilai artistik dan berestetika tinggi. Ketinggian ideal bagi pertumbuhan jati ialah pada ketinggian 700 mdpl. Tanah yang sesuai bagi tanaman jati adalah tanah yang mempunyai kadar pH 6-8, memiliki aerasi yang baik, serta mengandung kapur dan fosfor, seperti jenis tanah lempung, lempung berpasir, dan liat berpasir. Di Indonesia, pohon jati umumnya tumbuh subur di hutan dataran rendah, hutan dataran tinggi, hutan pegunungan, hutan tanaman industri, lahan kering tidak produktif, lahan basah tidak produktif, dan lahan perkebunan.

1. Jati Emas 

        Jenis kayu jati ini merupakan kayu yang paling banyak dibudidayakan oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan jati emas mampu untuk tumbuh lebih cepat dan hidup lebih lama dari jenis jati lainnya. Jati emas dapat tumbuh hanya dalam kurun waktu 6 hingga 14 tahun saja , jati emas sudah siap untuk dijadikan furniture rumah atau kayu komersial. Ciri-ciri jati emas yang paling mencolok adalah kulitnya yang berwarna lebih gelap dengan pori-pori yang besar. Kelebihan dari kayu jati emas diantaranya yaitu: Usia batang pohon jati dan kayu lebih tahan lama, Pohon tumbuh lebih cepat, Batang pohon lurus dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan, Ranting pohon yang lurus dan kokoh, bisa menjadi kayu tambahan, Harga kayu lebih murah dibandingkan jenis jati lainnya, Tidak harus mencari supplier, karena bisa ditemukan di mana-mana. Kekurangan jati emas antara lain: Pada bagian pangkal kayu sering ditemukan cekungan, sehingga ketika kayu dipotong tidak sampai bawah dan hasilnya lebih sedikit, Jika sudah ditebang, kayu tidak begitu awet dan rentan lembab, Kadar air cukup tinggi. 

2. Jati Perhutani

         Kayu jati perhutani atau TPK, merupakan jenis jati yang dirawat langsung oleh Perhutani. Karena hal inilah yang menjadikan jenis jati ini menjadi sangat istimewa. Jenis pohon jati ini membutuhkan perawatan spesial karena masa tumbuhnya yang lebih lama dan membutuhkan perhatian lebih dalam perawatan. Pohon jati perhutani memiliki waktu tumbuh yang sangat lama sekitar 20 tahun hingga menjadi pohon dewasa. Penebangan jati perhutani tidak bisa ditebang secara sembarangan. Setiap proses penebangan harus melewati izin dari dinas dan diseleksi untuk memastikan jika kualitas kayu sesuai standar. Kelebihan jati perhutani diantaranya yaitu: Serat kayu dari jenis jati ini sangat padat, Jati perhutani awet dan lebih kuat dibandingkan dengan jenis jati lainnya, Memiliki warna 3D, sehingga terlihat lebih hidup dan bertekstur, Diameter dari batang kayu cukup besar, Batang kayu lurus dan mudah ditebang, Kualitasnya di atas rata-rata karena diseleksi secara ketat, Mengandung minyak alami pada akar dan batang pohon jati. Kekurangan jati perhutani yaitu: Karena budidaya dan pengolahannya yang dijaga dengan ketat, harga kayu jati perhutani jauh diatas rata-rata jenis jati lainnya. 3. Jati Rakyat Jenis jati selanjutnya adalah jati rakyat. Jati rakyat memiliki ciri batang yang bengkok dan pori-pori yang padat. Masa pertumbuhan jati rakyat lebih lama dibandingkan jati emas. Kayu jati rakyat baru bisa dipanen dan disulap menjadi mebel ketika pohon telah berusia 14 hingga 26 tahun. Pori-pori dari kayu jati ini bisa padat dikarenakan masa tumbuhnya yang lamban. Ciri khas dari jari rakyat adalah gubal kayunya yang lebih sedikit bila dibandingkan jati perhutani dan jati emas. Kelebihan jati rakyat diantaranya yaitu: Harganya lebih murah dari jati emas dan jati perhutani, Kayu hasil tebangannya bisa ditemukan di mana saja. Kekurangan jati rakyat yaitu: Kadar air dan gubalnya cukup tinggi, Warna kayu pucat, sehingga kurang diminati. 

Manfaat Pohon Jati 

        Sifat dari kayu jati yang kuat, awet, dan stabil cocok digunakan sebagai bahan pembuatan perkakas rumah tangga, seperti meja, kursi, almari, kusen, berbagai macam ukiran dan sebagainya. Masyarakat Jawa telah memanfaatkan kayu jati sejak zaman dahulu. Pemanfaatannya dapat dilihat dari rumah-rumah tradisional Joglo yang menggunakan kayu jati untuk struktur tiang, rangka, atap, serta dinding rumah joglo. Kayu jati juga dapat diolah menjadi veneer untuk melapisi permukaan kayu lapis, serta parquet atau penutup lantai. Bagian ranting pohon jati dapat digunakan sebagai kayu bagar kelas I karena menghasilkan panas yang tinggi. Penggunaan kayu jati juga digunakan pada konstruksi jembatan, bantalan rel kereta, serta kapal laut pada masa lampau. Bagian daun pohon jati hingga saat ini masih dimanfaatkan untuk membungkus makanan, seperti nasi jamblang dan nasi pecel. Kelebihan dari makanan yang dibungkus dengan daun jati adalah aroma khas jati yang ikut berbaur dengan makanan. Selain itu, daun jati juga digunakan oleh masyarakat Yogyakarta untuk pewarna gudeg. 



Komentar